Mencari Inovator Muda Pencegah Kelaparan Global melalui Lokakarya Inovasi Pangan

Jakarta - Komunitas internasional Thought For Food (TFF) akan berkolaborasi dengan International Association of Students in Agricultural and Related Sciences (IAAS) Local Committee Universitas Padjajaran dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Agrokompleks Universitas Padjajaran untuk mengadakan lokakarya inovasi pangan. Bertempat di Fakultas Pertanian, Universitas Padjajaran, Jatinangor hari Sabtu, 31 Oktober 2015, lokakarya bertajuk ‘Innovation Catalyst’ ini bertujuan untuk mendorong kreativitas dan inovasi untuk mengatasi permasalahan pangan global di mana diperkirakan pada tahun 2050 akan ada sembilan milyar penduduk dunia yang bersaing untuk mendapatkan makanan.

Lokakarya ini sendiri diselenggarakan sebagai rangkaian dari kompetisi Thought For Food Challenge yang sedang berlangsung, di mana Thought For Food mencari mahasiswa-mahasiswi terbaik yang memiliki ide luar biasa dan berpotensi untuk dikembangkan ke depannya untuk mencegah ancaman kelaparan global. Kompetisi yang sudah terselenggara selama dua kali ini akan mengirim 10 tim finalis terbaik ke Global Summit untuk dapat mempresentasikan proyek mereka di depan dunia dan memperebutkan hadiah utama.

TFF Global Summit telah berlangsung di Berlin pada tahun 2013 dan Lisbon pada tahun 2015, sedangkan Global Summit 2016 akan diadakan di Zurich, Swiss. Pemenang utama akan mendapatkan hadiah sebesar $ 10.000 dan pemenang kedua mendapatkan $ 5.000 sebagai investasi awal dalam menjalankan proyeknya tersebut. Hadiah tambahan sebesar $ 5.000 akan diberikan sebagai penghargaan istimewa oleh Kirchner Food Fellows

(www.fundthefood.com).
“Keamanan pangan dan gizi global merupakan permasalahan yang kompleks, yang memberikan banyak kesempatan untuk dapat menemukan solusi – dari yang sederhana sampai rumit, dari teknologi sederhana sampai tinggi. Inovator generasi masa depan TFF menanamkan pemikiran bahwa apapun-adalah-mungkin dan mengesampingkan asumsi umum untuk dapat mewujudkan masa depan yang lebih baik,” ucap Pendiri dan CEO dari TFF Foundation, Christine Gould. “Kami senang bahwa Universitas Padjajaran mendorong mahasiswa-mahasiswinya untuk bergabung di gerakan kami, dan kami tidak sabar untuk melihat ide-ide kreatif dan menginspirasi yang akan muncul.”

Sedikitnya 50 mahasiswa-mahasiswi dari tiga universitas berbeda yaitu Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor akan menghadiri lokakarya ini guna mendapatkan pemahaman lebih dalam tentang program TFF Challenge dan berdiskusi dalam grup untuk menemukan solusi permasalahan pangan. Banyaknya mahasiswa-mahasiswi yang antusias dalam mengikuti lokakarya ini menunjukkan adanya semangat berkompetisi dan keinginan untuk memperbaiki sistem pangan di Indonesia dan secara global.

Para peserta akan dibagi ke dalam kelompok multidispilin ilmu beranggotakan 3-5 orang yang dipimpin oleh seorang fasilitator dan diberikan studi kasus mengenai permasalahan pangan yang terjadi di Indonesia. Diharapkan keluaran dari lokakarya ini adalah solusi untuk menjawab permasalahan pangan tersebut dan inovator-inovator muda yang termotivasi untuk melanjutkan langkahnya ke TFF Challenge.

Thought For Food  merupakan sebuah gerakan internasional yang didedikasikan untuk pengembangan dan pemberdayaan mahasiswa-mahasiswi universitas untuk berinovasi dalam menjawab tantangan pangan global dan telah beroperasi sejak tahun 2011.

Untuk info lebih lanjut mengenai Thought For Food, kunjungi www.tffchallenge.com. Untuk peliputan media, hubungi Ratih (Global Ambassador Thought For Food untuk Indonesia) di 0896 1559 6540 atau email ke [email protected]om
Axact

Hotelier Indonesia

Hotelier Indonesia magazine covers hotel management companies and every major chain headquarters. We reaches hotel owners, senior management, operators, chef and other staff who influence, designers, architects, all buyers, suppliers for hospitality products or services more than any other hotel publication in the world..

Post A Comment:

0 comments: