Diskusi dengan Para Tokoh Budaya dan Seni di Amnaya Resort Kuta


Diskusi dengan Para Tokoh Budaya dan Seni di Amnaya Resort Kuta

Dalam rangka melestarikan potensi Indonesia, Amnaya Resort Kuta mengadakan acara inspiratif talk show Kamis, 26 Juli 2018 pukul 15.00-18.00 WITA. Bertempat di Bale Gede Galeri, acara talk show ini menggandeng beberapa pembicara yang pakar di bidangnya, antara lain Martin Grounds dan Galih Mulya Nugraha, dimana akan berbagi pengetahuan dan pengalaman mereka di bidang masing-masing, untuk menginspirasi generasi muda dalam mengeksplorasi bakat mereka serta mengeksplorasi potensi sumber daya Indonesia.

Martin Grounds

Martin Ground, adalah seorang arsitek. Amnaya Resort Kuta di design ekclusif oleh Grounds Kent Architect (GKA), yang merupakan satu – satunya perusahaan yang membuat resort dengan ciri khas seperti Four Seasons Jimbaran, St. Regis Bali, dan Karma Group. Selama 20 tahun terakhir ini GKA telah merancang proyek – proyek budaya yang unik di seluruh Asia dan sekitarnya dengan penekanan yang baik untuk menciptakan “tempat yang layak”. GKA merancang design untuk Amnaya Resort Kuta yang merupakan interpretasi modern dari design kontemporer denagn sentuhan budaya bangunan lokal Bali. Berbagai jenis bahan asli digunakan baik secara struktural dan estetis sehingga menghasilkan konsep yang selaras dengan lingkungan sekitarnya.

Galih Mulya Nugraha

Galih merupakan seorang pengembara dalam budaya dan keindahan alam melalui Film juga mengarahkan video musik dari beberapa penyanyi Indonesia. Embara films sendiri adalah rumah produksi yang berfokus pada keindahan alam dan budaya yang ditampilkan dalam film. Embara di dalam Sanskerta berarti “mengembara”. Kata embara di pilih oleh Galih Mulya Nugraha dan Febian Nurahman Saktinegara sebagai pendirinya, memiliki minat yang besar terhadap budaya dan keindahan alam. Mereka sudah menjelajahi banyak tempat dan mendokumentasikannya dalam bentuk video dan film dokumenter. Epic Java, Surat dari Sinabung, Indonesia KIrana, Roma Eterna, New York Resonance adalah beberapa nama dari hasil karya mereka. Sekarang Embara Films sedang mengerjakan film HOMA, kreasi terbaru yang menangkap budaya dan spiritualitas.

Linggar Saputra

Diskusi budaya ini juga disertai presentasi khusus oleh Linggar Saputra, Andika dan Sukarma. Linggar Saputra terlahir dari keluarga sejarawan Kuta. Beliau mengembangkan minatnya terhadap situs – situs bersejarah di Indonesia sejak berusia kecil. Membangun karirnya di dunia arsitektur telah memberinya ikatan kuat dengan minat masa kecilnya. Dia bisa mengambil foto detail – detail berbagai situs untuk mendukung proyek arsitekturnya. Fotografi telah menjadi hasratnya sekarang. “Ketika saya menyalakan kamera, saya menangkap momentum apapun, dari situs bersejarah hingga ekspresi orang yang tak ternilai; dari keindahan panorama hingga aktivitas sehari – hari. Jika hanya menambahkan rasa seni kita kedalamnya, bahkan peristiwa yang tidak menguntungkan seperti bencana alam bisa ditangkap dengan indah” ungkap Linggar.

Amnaya Resort Kuta, hotel bintang 4 dengan 116 room, menggabungkan konsep desain interior modern-etnik dengan sentuhan alam. Sebagai brand pertama dalam serangkaian properti hotel butik berbintang yang dimiliki dan dioperasikan oleh PT Tibi, Amnaya mengusung konsep surga relaksasi di tengah-tengah energi yang ceria di distrik pariwisata paling berwarna di Bali - rasa ketenangan dan oasis di tengah Kuta Selatan, Bali.
“Kami mengundang pembicara, arsitek dan pembuat film yang terkemuka, untuk berbagi pengetahuan dan minat untuk Bali untuk menginspirasi kita semua. Talk show dan penampilan inspiratif untuk merayakan potensi Indonesia, ”kata General Manager Amnaya Resort Kuta Jeffrey Wibisono.


The Influencers in Today’s Bali Culture and Crafts

An inspirational talk show and performance to celebrate Indonesia’s potential held on Thursday, 26 July 2018. Committed to embrace the colorful arrays of philosophies within the local culture and craft, it is a huge honor for Amnaya Resort Kuta to invite talented artisans included Martin Grounds and Galih Mulya Nugraha.

Martin Grounds

Amnaya Resort Kuta was designed exclusively by Grounds Kent Architects (GKA), an award-winning company responsible for iconic resorts such as Four Seasons Jimbaran, St. Regis Bali, and Karma Group. For the past 20 years GKA has designed culturally unique projects across Asia and beyond with an emphasis of creating a “sense of place”. GKA envisioned a design for Amnaya Resort Kuta that is a modern interpretation of contemporary design with a touch of Bali’s local building culture. Different kinds of indigenous materials have been used both structurally and aesthetically resulting in a concept that is attuned to the surrounding environment

Galih Mulya Nugraha

Galih is A Wanderer In Culture And Natural Beauty Tough Films.
Galih also directed music videos of some Indonesian singers. Embara Films itself is a production house that focuses on natural beauty and culture that featured into films. Embara means “Wandering” in Sanskrit. The Embara word is chosen because Galih Mulya Nugraha and Febian Nurrahman Saktinegara as its founders have interest in culture and natural beauty. They love to venture exploring many places and document them in a form of videos and documentary films. Epic Java, Surat dari Sinabung, Indonesia Kirana, Rome Eterna, New York Resonance, are among them. Now Embara Films is working on HOMA, the latest creation that capturing culture and spirituality

Linggar Saputra

Accompanied by special presentation of Linggar Saputra. Born into a historian family at Kuta, Linggar Saputra develops his interest to historical sites in Indonesia at early age. Building his career in architecture industry has given him a stronger bond with his childhood interest. He used to take photos of the detail and landscape of various sites to support his architecture projects, and he was hooked somewhere in the process. Photography has become one of his passions now. “When I had the camera on I can capture any kind of moment, from a historical site to priceless expression of people; from the beauty of panorama to the ordinary daily activity. If we just added our sense of art into it, even an unfortunate event such as flooding could be captured beautifully,” Linggar said.

“We invited distinguished speakers, architecs, film maker and artisans, to share knowledges and passions for Bali to inspire all of us. An inspirational talk show and performance to celebrate Indonesia’s potentials,” General Manager Amnaya Resort Kuta Jeffrey Wibisono said.
Amnaya Resort Kuta a-116 room Bali hotel in South Kuta, combine luxuriness with modern-ethnic interior design with the touch of nature. As the first hotel brand in a series of 4-star boutique properties owned and operated by PT Tibi, Amnaya keeps the concept of a haven of relaxation in amidst the upbeat energy of Bali’s most colourful tourism district - a sense of calmness and oasis in the middle of South Kuta, Bali. 










Axact

Hotelier Indonesia

Hotelier Indonesia magazine covers hotel management companies and every major chain headquarters. We reaches hotel owners, senior management, operators, chef and other staff who influence, designers, architects, all buyers, suppliers for hospitality products or services more than any other hotel publication in the world..

Post A Comment:

0 comments: